2 Oktober 2013
Sejarawan mengatakan lukisan erotis marak dijumpai di Edo (Tokyo) abad 16 hingga 18.
British Museum saat ini memamerkan 150 lukisan seni erotis khas Jepang dalam pameran seni sensualnya yang paling berani.
Seni erotis ala Jepang, shunga, menunjukkan
gambar-gambar adegan dengan sudut pandang seks yang sangat berlainan
dengan perspektif Eropa pada masanya.Sebagian besar gambar dibuat pada sebuah papan kayu, dibuat di Tokyo pada abad 16 hingga 18 dan menunjukkan beragam adegan seks yang kadang kala sangat eksplisit.
Istilah shunga sendiri sebenarnya berarti "lukisan musim semi"; sebuah eufimisme dari seni erotis yang subur saat warga Tokyo tumbuh cepat sementara kontak dengan negara barat dilarang.
Lukisan semacam ini juga dikenal dengan istilah "gambar bantal" atau "gambar gurauan" dan biasanya dimaksudkan untuk menggambarkan bahwa subyeknya tengah menikmati hubungan seksual.
'Seni tinggi'
Sebagian besar melukiskan laku asmara antara perempuan dan lelaki, tetapi ada juga gambaran pasangan sesama laki-laki atau antar perempuan, ada juga gambaran tindak seksual berkelompok.Lukisan seperti ini kadang kala dijual dalam satu album berisi 12 gambar, dengan beda-beda lukisan situasi hubungan senggama.
Dengan membeli satu koleksi sekaligus, pembeli tak akan kesusahan terpaksa menunjukkan gambar mana yang paling mereka minati dalam kumpulan tersebut.
Shunga juga melukiskan laku asmara sesama jenis baik gay maupun lesbian.
Sebagian galeri di masa lalu memandang seni shunga sebagai hal yang saru dan menolak memamerkannya. Namun beberapa tahun belakangan shunga mulai diterima sebagai bentuk seni kelas tinggi yang memberi titik terang tentang politik seksualitas serta jenis kelamin dalam abad moderen Jepang.
"Shunga adalah seni (yang) dalam. Berbeda dari sekedar pornografi biasa," bela Aki Ishigami dari Universitas Ritsumeikan, Tokyo yang turut serta dalam seminar akademik terkait pameran ini di London.
Menurut Ishigami gambar-gambar ini dinikmati pula oleh kelompok wanita dan menjadi bagian dari "seni dari dunia mengambang" yang mengambil isnpirasi dari "Distrik Hura-hura" di Tokyo, dimana musisi, aktor serta pekerja seks memberikan layanan hiburan pada tamu yang membayar.
Kadang kala album shunga malah diberikan pada perempuan muda sebelum menikah agar mereka tahu apa yang kira-kira bakal terjadi di malam pengantin.
Namun demikian pakar sejarah seni Dr Majella Munro mengatakan meski shunga punya unsur pendidikan, tujuan utamanya bukan itu.
"Cetakan shunga tidak mahal dan banyak dibeli kaum menengah; benda ini merupakan barang koleksi budaya yang populer pada masanya," kata Dr Munro.
Daya tarik seksual
Anehnya , gambar-gambar ini jarang sekali menunjukkan lukisan orang yang benar-benar telanjang."Shunga adalah seni (yang) dalam. Berbeda dari sekedar pornografi biasa"
Aki Ishigami
Professor Screech, yang menulis buku tentang shunga, juga mengatakan lukisan jarang menunjukkan laku seksual dengan paksaan seperti pemerkosaan.
"Kelihatannya daya tarik seksualnya ada pada orang yang dilukiskan memang ingin melakukannya," katanya.
Namun pada kenyataannya pada masa itu prostitusi marak di Tokyo, saat dimana kota ini dikenal dengan nama Edo. Wanita miskin sering dijual kepada mafia jaringan seksual oleh keluarganya dan penyakit seksual menular menyebar ditambah kehamilan tak diinginkan juga sering terjadi.
Dari London pameran shunga selanjutnya di bawa ke negara lain termasuk ke Jepang.
in English
The British Museum is currently exhibiting 150 typical Japanese erotic art paintings in the exhibition 's most daring sensual art .Of Japanese erotic art , Shunga , showing pictures of sex scenes with angles of view that is very different to the European perspective of its time .In this exhibition of intimate paintings can be seen by setting Japanese visitors in the past that when the little-known world .Most of the images were made on a wooden board , made in Tokyo in the 16th to 18th centuries and shows a variety of sex scenes which are sometimes very explicit .Shunga term itself actually means " spring painting " : a euphemism of lush erotic art at Tokyo residents grow rapidly while contact with western countries is prohibited .This kind of painting is also known as " pillow image " or " picture joke " and are usually intended to illustrate that the subject is enjoying a sexual relationship .' High art 'Most of the described behavior romance between women and men , but there is also a picture of a couple fellow men or between women , there is also a picture of the sexual act in groups .Paintings like these are sometimes sold in a single album contains 12 images , with different backgrounds painting intercourse relationship situation .By purchasing one collection at a time , the buyer will not show picture distress forced them are most interested in the collection .ShungaShunga also depicts same-sex amorous behavior either gay or lesbian .Since it is considered quite sensitive , this exhibition is limited only be viewable by the British Museum visitors aged 16 years and above .Most galleries in the past looked Shunga art as something indecent and refused to show it off . But in recent years Shunga art began to be accepted as a form of high- class cast light on the politics of sexuality and gender in the modern century Japan ." Shunga is art ( a ) within . Unlike pornography than usual , " Aki defense Ishigami from Ritsumeikan University , Tokyo participating in academic seminars related to this exhibition in London .According Ishigami these images also enjoyed by groups of women and become part of the " art of the floating world " that took isnpirasi of " District Yippee - rah " in Tokyo , where musicians , actors and prostitutes provide entertainment services to paying guests .Shunga album sometimes even given to young women before marriage so that they know what is about to happen on the wedding night .However, art history expert Dr Majella Munro said that while Shunga has elements of education , it 's not the main goal ." Shunga Prints are inexpensive and purchased many of the medium ; object is a collection of cultural goods are popular in his time , " said Dr Munro .Sexual attractionSurprisingly , these images rarely show paintings of people completely naked .
" Shunga is art ( a ) within . Contrast than ordinary pornography "Aki IshigamiProfessor Timon Screech of the School of Oriental and African Studies ( SOAS ) in London, said the situation needs to be understood according to the context in which the depiction of erotic Asia is not unlike a similar picture in the Western world as the Greek painting .Professor Screech , who wrote a book about Shunga , also said the paintings rarely show sexual conduct by force as rape ." It seems there is sexual attraction to people who really want to do it depicted , " he said .But in fact at that time rampant prostitution in Tokyo , during which the city was known as Edo . Poor women are often sold to the mafia family and sexual networks by spreading sexually transmitted diseases plus unwanted pregnancies are also common .From London exhibition next Shunga brought to other countries including Japan.
Source




Tidak ada komentar:
Posting Komentar