Minta-minta di Kuburan Wali - Ask for it at the Tomb Guardians

Salah satu tradisi masyarakat Muslim Indonesia, terutama pada setiap bulan Rabiul Awal, ialah berziarah ke makam para wali atau makam orang-orang yang dipandang mengandung “keramat’. Me-lakukan ziarah ke pemakaman orang yang sudah meninggal dunia tentu sangat positif. Karena, dengan berziarah ke makam, antara lain, kita diingatkan akan mati.
Namun sayangnya, ziarah kubur ini sering dikotori dengan hal-hal yang diharamkan Islam yang justru bisa menjerumuskan pelakunya kepada perbuatan syirik. Kita perhatikan banyak peziarah yang Sengaja meminta-minta di atas kuburan dengan harapan wali atau kyai (yang telah meninggal itu) dapat memberikan berkah dalam kehidupannya. Mereka menyebut hal itu sebagai tawasul.
Timbul pertanyaan, apa sebenarnya tawasul itu dan bagaimana tawasul yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw.?Secara etimologis (asal-usul kata), tawasul berarti perantara, sedangkan menurut istilah syariat Islam, tawasul adalah taqarub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT, memperhatikan peraturan-Nya dengan ilmu dan ibadah, serta membiasakan diri mengukur sesuai dengan syariat Islam (Al-Roghib, Al-Manar, juz VI him. 369):
Firman Allah SWT: “Hai orangorang yang beriman! bertawakallah kepada Allah dan carilah wasilah (yang mendekatkan diri) kepadadan berjihadlah di jalan-Nya agar ka mu berbahagia” (QS. Al-Maidah: 35).
Praktik tawasul dengan menggunakan keris atau benda keramat lain dan dengan cara meminta pada yang meninggal, jelas merupakan perbuatan syirik dan sangat bertentangan dengan syariat Islam, seka-lipun alasannya tawasul. Karena, alasan ini juga diontarkan oleh orang jahiliyah dulu.
“Dan mereka yang mencari perlindungan selain Allah berkata: ‘Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-sekatnya” (QS. Az-Zumar: 3).Dalam hadits panjang yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan kisah tentang tiga orang yang tawasul dengan amal shalehnya. Dikisahkan, mereka tersesat di hutan belantara dan ketika hujan lebat, mereka berteduh di dalam gua. Namun sayang, batu besar menutup pintu gua itu sehingga mereka tidak bisa keluar. Kemudian mereka bersepakat meminta pertolongan kepada Allah SWT dengan perantra amalnya.
Orang pertama mempunyai amal saleh, yaitu setiap hari ia memberi susu pada ibu-bapaknya. Pernah pada suatu hari ketika akan memberikan susu, ibu dan bapaknya sedang tidur. Ia tidak berani mem-bangunkan dan rela menunggu orang tuanya bangun. Ia tidak memberikan susu itu kepada siapa pun, sekalipun waktu itu anaknya merengek ingin minum susu. Ia berdoa, “Ya Allah, seandainya aku berbuat seperti itu benar-benar mengharap ridha-Mu, maka lepaskanlah aku dari derita ini.” Selesai berdoa, batu itu bergeser sedikit.
Orang kedua berdoa, “Ya Allah, dulu aku mempunyai saudara mis-an perempuan. Ia satu-satunya wanita yang aku cintai dan aku ingin sekali menidurinya, hanya saja ia tidak mau. Hingga suatu ketika ia mengalami kelaparan dan meminta pertolongan kepadaku. Aku sanggup memberikan pertolongan dengan memberikan 20 dinar dengansyarat ia mau aku tiduri. Karena terdesak, ia setuju. Ketika aku telah menguasainya, ia berkata ‘aku tidak mempersilakan engkau membuka cincin kecuali dengan jalan hak (melalui nikah). Akhirnya aku merasa berdosa dan tidak jadi menzinahinya, dan emas yang telah kuberikan kepadanya kutinggalkan untuknya. Jika aku berbuat yang demikian itu mengharap ridha-Mu, maka lepaskanlah aku dar penderitaan ini!” Maka batu itu bergeser lagi, namun mereka belum bisa keluar.
Orang ketiga berdoa, ‘Ya Allah, dulu aku mengupah para pekerja dan aku berikan upah sepantasnya kecuali pada seorang karena ia pergi begitu saja tanpa permisi. Kemudian upah dia aku jadikan modal hingga menjadi kekayaan: Maka pada suatu hari orang itu datang kepadaku meminta upah, aku berkata, ‘semua yang kau lihat berupa sapi, unta, kambing, dan budak-budak belian merupakan upahnu.’ Ia gembira dan mengambil semuanya tanpa menyisakan sedikit pun. Ya Allah, jika aku berbuat ini karena ingin mengharap ridha-Mu, maka sudilah Engkau lepaskan aku dari penjara. Selesai berdoa, waktu itu juga pintu gua terbuka, dan mereka sama-sama sujud syukur kepada Allah SWT.
Kedua, tawasul kepada orang yang masih hidup. Hal ini sering~ dilakukan para sahabat kepada Rasulullah Saw. atau para sahabat ke-pada sahabat lain. ‘Dan Anas bin Malik, sesungguhnya Umar bin Khattab bila negerinya kekeringan, ia meminta bantuan doa kepada sahabat Abas bin Abi Thalib” (HR. Bukhari).
Dalam kehidupan keseharian pun terkadang kita bertawasul ke-pada orang tua, ustadz, atau kyai yang masih hidup, terutama ketika menghadapi masa-masa yang penting seperti menghadapi ujian atau pergi ke tempat jauh. Kita sering meminta, “Ibu, bapak, ustadz atau pak kyai! Tolong do’akan saya agar lulus ujian atau se1amat di perjalanan.’ Itulah bentuk tawasul yang kedua.
Maka, tawasul kepada orang mati dengan pergi ke kubur-kubur atau meminta sesuatu kepada benda mati, tidak pernah dilakukan para sahabat sekalipun kepada kuburan Rasulullah Saw. Seandainya hal itu diperbolehkan, tentu para sahabat tidak akan tawasul kepada sahabat lain, lebih utama kepada kuburan Rasulullah Saw.
Dengan keterangan-keterangan itu, semoga kita terhindar dan perbuatan syirik yang dilarang Islam.
Kaifiyah atau cara tawasul yang disyariatkan Islam ada dua macam. Pertama, tawasul dengan amal saleh sendiri. Dalam Hadits Qudsi dijelaskan, “Dan hamba-hamba-Ku yang terus-menerus taqarubkepada-Ku dengan nafilah (amalan sunat) sehingga Aku mencintainya, kecuali Aku memberikan apa yang ia pinta dari-Ku dan jika ia meminta perlindungan dari-Ku pasti Aku akan melindunginya.”

ENGLISH

One of the traditions of the Indonesian Muslim community , especially in every month Rabiul Awal , is a pilgrimage to the tomb of the tomb guardians or persons considered contain a ' sacred ' . Me - do pilgrimage to the burial of the dead is certainly very positive . Because , with a pilgrimage to the tomb , among others , we are reminded of death .But unfortunately , the grave pilgrimage is often littered with things that are forbidden Islam that it could plunge the culprit to shirk . We note the many pilgrims who deliberately begging on the grave in the hope guardian or clerics ( who had died ) can give blessings in his life . They called it a Tawasul .The question arises , what exactly is it and how Tawasul Tawasul exemplified by the Prophet. ? By etymological ( word origins ) , Tawasul means intermediaries , while according to the terms of Islamic law , Tawasul is taqarub ( closer) to Allah SWT , pay attention to the rules - his knowledge and worship , as well as getting used to measure in accordance with Islamic law ( al - Roghib , Al - Manar , juz VI p. 369 ) :Allah SWT says : "O people who have faith ! put thy trust in Allah and seek wasilah ( which is closer ) kepadadan strive in His way in order that you be happy ka " ( Surah Al - Maidah : 35 ) .Tawasul practice using dagger or other sacred objects and by asking the dead , clearly an act of shirk and is contrary to Islamic law , now lipun Tawasul reason . For, this reason also diontarkan by the ignorance first ." And those who seek refuge besides God said : ' We do not worship them only that they may bring us to God with close - sekatnya " ( Surah Az - Zumar : 3 ) . In a long hadith narrated by Bukhari and Muslim described the story of three people with charity shalehnya Tawasul . Narrated , they get lost in the wilderness and when the heavy rains , they take shelter in a cave . But unfortunately , a large stone door of the cave was closed so they can not get out . Then they agreed to ask for help from Allah SWT with perantra charity .The first person to have good deeds , that every day he gave milk in the mother - father . Never on a day when it will give you milk , the mother and father were sleeping . He did not dare to wake her parents and are willing to wait up . He does not give milk it to anyone , even if it was his time whining like drinking milk . He prayed , " O God , if I do something like that is really expect the pleasure of you, then deliver me from this pain . " Finished praying , the rock shifted a little .Second man prayed , "God , I used to have mis - 's female relatives . She was the only woman I love and I wanted to fuck her , but he just does not want to . Until one day he experienced hunger and begging for help to me . I can provide help by giving 20 dinars dengansyarat he wanted me to sleep with . In desperation , he agreed . When I had the hang of it , he said ' I do not let you open the ring except the right way ( through marriage ) . Finally I feel guilty and not so menzinahinya , and I have given him the gold I left him . If I do that so it expect the pleasure of you, then let go of the pain I dar ! " So the rock shifted again , but they have not been able to get out .The third man prayed , ' O God , I've hired the workers and I give appropriate wages except on an as he walked away without permission . Then I made ​​him pay up capital into wealth : So one day people come to me asking for wages , I said , ' all that you see a cow , camel , goat , and slave - serf is upahnu . " He is happy and take it all without leaving the slightest. O God , if I did this because I wanted to expect the pleasure of you, then may you release me from prison . Finished praying , when it also opens the cave door , and they are both prostration of gratitude to Allah SWT .Second , Tawasul to people who are still alive . It is often ~ do the companions to the Holy Prophet . or the companions all the other companions . ' And Anas bin Malik , Umar bin Khattab real drought when his country , he asked for the prayers of fellow Abas bin Abi Talib " ( Narrated by Bukhari ) .In daily life, we sometimes even bertawasul all the parents , preachers , or clerics who are still alive , especially when faced with critical periods such as exams or go to a distant place . We often ask , "Mother , father , cleric or clerics pack ! Please do'akan me to pass the exam or se1amat on the go. ' That Tawasul second form .So , Tawasul to the dead by going to the graves or asking for something to inanimate objects , never made ​​even the graves of the Companions of the Prophet. If it was allowed , of the companions will not Tawasul to another friend , more particularly to the grave of the Prophet.With the particulars , may we be spared and shirk that Islam prohibited .Kaifiyah Tawasul way that is prescribed or Islam are of two kinds . First , Tawasul with their own good deeds . In a Hadith Qudsi explained , " And the servants of my ongoing taqarubkepada me with nafilah ( practice circumcision ) that I love him , but I give you what he demanded of me and if he asks for protection from me for sure I will protect it . "

Tidak ada komentar:

Sumber: http://mahameruparabola.blogspot.com