17 Oktober 2013
Selama ini lukisan tangan ini diklaim dikerjakan kaum pria.
Cetakan tangan peninggalan zaman
Batu yang ditemukan di sejumlah dinding gua di Spanyol dan Perancis
telah lama dianggap dikerjakan kaum pria, tetapi penelitian terbaru
menunjukkan karya seni itu kebanyakan dikerjakan kaum perempuan.
Temuan terbaru ini dianggap sekaligus
menjungkirbalikkan dogma arkeologi yang selama ini menyebutkan para
perupa pertama itu adalah kaum pria.
Arkeolog Dean Snow dari Universitas
Pennsylvania, AS, menganalisis cetakan tangan yang ditemukan di delapan
gua di Perancis dan Spanyol.
"Telah ada bias gender dalam literatur yang sudah berlangsung lama."
Dengan membandingkan antara lain panjang jari
jemari pada cetakan tangan itu, Snow menyimpulkan bahwa tiga perempat
dari cetakan tangan tersebut dikerjakan kaum perempuan, seperti
dilaporkan situs National Geography.
"Telah ada bias gender dalam literatur yang
sudah berlangsung lama," kata Snow. "Orang-orang telah membuat banyak
asumsi yang tidak beralasan tentang siapa yang mengerjakan karya seni
ini."
Para arkeolog telah menemukan ratusan cetakan tangan di dinding gua di seluruh dunia.
Namun lantaran karya seni zaman Batu ini
menampilkan sosok hewan, seperti bison, rusa, kuda, serta mammoth,
banyak peneliti menganggapnya sebagai karya pemburu laki-laki.
Studi terbaru yang meneliti menunjukkan sebaliknya.
Panjang jari berbeda
"Dalam masyarakat pemburu-pengumpul, adalah kaum
pria yang membunuh hewan-hewan itu. Tapi kaum perempuan paling sering
membawa hasil buruan itu ke dalam gua. Dan kaum perempuan paling peduli
terhadap hasil perburuam kaum pria," kata Snow, menganalisis.
Pengukuran jari yang membedakan milik pria dan perempuan.
"Jadi, ini bukan sekedar semata kelompok kaum pria yang berburu bison di luar gua."
Para ahli mengungkapkan berbagai pendapat
tentang tafsiran baru Snow, yang membuktikan masih banyak misteri di
seputar karya seni awal ini.
"Kami pikir kami telah memahami mereka, namun
semakin Anda menggali ke dalamnya Anda menyadari betapa dangkal
pemahaman kita," kata arkeolog Paul Pettitt dari Universitas Durham,
Inggris.
Penelitian Snow ini diawali temuan seorang ahli biologi Inggris, John Manning, lebih dari satu dekade silam.
Dia menemukan bahwa ada perbedaan panjang jari
jemari pria dan perempuan. Perempuan disebutkan memiliki jari manis yang
memiliki panjang relatif sama, sementara jari manis pria cenderung
lebih panjang daripada jari telunjuk mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar