
aku kecewa
pada salju yang tak lagi suci
pada langit yang tak lagi utuh
pada hujan yang tak lagi ramah
pada tanah yang tak lagi gembur
pada angin yang tak lagi mendesah
pada matahari yang tak lagi hangat
pada rembulan yang tak lagi romantis
(pada negeri yang tak lagi membolehkan mimpi-mimpi. tak ada lagi senyum nan sejuk)
aku kecewa
salju kini memerah darah
langit kini sobek tak berbentuk
hujan kini menakutkan, menghancurkan
tanah kini menyembur lalu menguburkan
angin kini mengisap dan menghempaskan
matahari membakar, menghanguskan semuanya
rembulan hanya menghadirkan kelam nan pekat
(dan negeri hanya bagi pemilik rupiah dan kursi empuk. yang ada hanya seringai nan buas)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar