Selamat Datang, Puber!


Tiap orang pasti melewati masa pubertas. Gayanya beda-beda. Ada yang naksir lawan jenis dengan heboh, ada juga yang cuma berani melirik. Plus "aksesori" haid/mimpi basah, nafsu makan gila-gilaan, dan masih banyak "gaya" lain.

Apa sih sebenarnya yang terjadi? Tubuh kita sedang dalam periode tumbuh - kembang yang super cepat. Selama kehidupan kita ini, ada dua periode saat tubuh kita mengalami periode "mekar- mekarnya". Lima tahun pertama dalam kehidupan, tubuh kita mengalami perubahan yang super cepat. Nah, periode lainnya terjadi waktu kita remaja. Inilah yang disebut masa puber.

Apa sih pubertas itu? Pubertas itu sebutan untuk satu periode di mana kita semua mengalami perubahan fisik dan psikologis yang sangat nyata. Baju yang tadinya pas banget di badan, tiba-tiba enggak muat. Tubuh yang tadinya mulus, mulai ada bentukan-bentukan di sana-sini, mulai tumbuh bulu-bulu halus, rambut juga jadi mulai berminyak, suara jadi cempreng, dan lain sebagainya. Wah, pokoknya seperti kacau balau deh!

Fisik dan biologis kita

Eit, jangan panik. Kita semua mengalami hal yang sama. Bahkan, ortu kita pun dulu mengalami hal yang sama. Penjelasannya begini. Sekitar dua tahun sebelum kita menyadari bahwa tubuh akan mengalami perubahan-perubahan itu, otak kita sudah mulai melakukan persiapan untuk melaksanakan tugasnya "mengubah" kita dari anak- anak kecil menjadi remaja dewasa. Dua bagian dari otak kita yang disebut kelenjar hypothalamus (hy-po-thal-a-mus) dan pituitary (pit-u-it-ary) mulai memproduksi sejumlah hormon, termasuk hormon pertumbuhan: LH (lute-in-ising hormone) dan FSH (follicel stimulating hormone). Hormon- hormon inilah yang menyebabkan beberapa perubahan dalam tubuh kita. Cowok maupun cewek semua punya hormon- hormon ini, cuman mereka membentuk perubahan yang enggak sama.

Anyway, hormon itu apa sih? Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh salah satu bagian dari tubuh kita (disebut kelenjar) untuk membuat perubahan-perubahan tertentu di badan kita. Misalnya, salah satu kelenjar di otak kita menghasilkan hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan ini yang menyebabkan kaki kita jadi tambah panjang, lengan dan tangan jadi tambah besar, dan badan kita jadi membesar. Nah, kita semua punya banyak hormon yang "berpetualang" di dalam aliran darah kita sedang mengerjakan berbagai tugas-tugas perkembangan yang berbeda.

Psikologis kita

So, apa lagi yang berubah? Selain tubuh kita yang berubah seperti itu, ternyata sadar maupun tidak, kita juga mengalami perubahan pada cara berpikir. Dulu kita lebih banyak bareng sama ortu dan keluarga. Pada saat puber begini, kita jadi lebih seneng gaul sama teman. Lalu, kita juga mulai melirik dan deg-deg-an sama cowok/cewek dari kelas sebelah, misalnya.

Nah, waktu-waktu begini ini nih, kita juga mulai memilah- milih standar untuk menentukan mana yang bagus, jelek, baik dan atau buruk untuk menilai sesuatu. Kita juga mulai enggak suka dikuliahi, enggak pengin direse-in sama ortu, guru, dan seterusnya. Kita mulai punya pendapat dan keyakinan sendiri.

Hubungan dengan keluarga

Hubungan sama keluarga? Waktu masih kecil, rumah menjadi tempat yang paling penting dalam hidup kita. Begitu puber, mulai deh kita punya keinginan untuk "melihat dunia luar" sebanyak-banyaknya. Kita jadi sering iri melihat teman sebaya yang terlihat lebih bebas -sudah boleh keluar malam, misalnya-dan jadi ingin bertukar orangtua dengannya. Nah, saat begini ini mulai muncul kebutuhan memiliki "daerah jajahan" sendiri, mulai perlu punya diary, kalau orang lain masuk kamar kita harus ketuk pintu dulu, dan sebagainya. Kita pun mulai bete sama kakak yang suka rese dengan pakaian kita. Parahnya lagi, mulai muncul perasaan kalau ortu sudah enggak percaya lagi sama kita, mulai mengekang untuk melakukan banyak hal yang dilakukan teman-teman lain. Sedih deh.

Jangan sedih dulu. Ortu juga punya masalah yang sama dengan kita. Mereka juga sedih dan harus "bersusah-payah" mengatasi perubahan- perubahan kita ini. Gimana enggak, waktu kita berubah menjadi dewasa, para juga ikutan berubah menjadi tua. Jelas saja apa yang mereka rasakan dan pikirkan juga jadi enggak sama dengan kita. Akhirnya kita yang harus pinter-pinter mengomunikasikan apa yang ada pada diri dan pikiran kita. Kadang, ortu dan para orang dewasa itu perlu juga tahu kalau kita tetap sayang sama mereka meskipun kadang kita malu untuk bilang kalau kita ini sudah gede. Ya enggak?

Siap-siap jadi dewasa

Sekarang, proses kita menuju kedewasaan sudah dimulai. Semua hal yang dulu pernah ingin kita lakukan sudah bisa kita lakukan. Sayangnya kita belum cukup umur untuk melakukan itu semua. Begitu dekat, tapi juga begitu jauhnya. Hiks.

Sabar dong!

Enggak perlu terburu-buru untuk tiba-tiba menjadi dewasa dalam sekejap. Menjadi dewasa ternyata enggak se-asyik yang kita bayangkan, lho. Menjadi dewasa berarti harus banyak bertanggung jawab atas semua yang pernah, sedang, dan akan kita lakukan. Tenang saja dulu, nikmati dulu masa remaja kita, masa keemasan kita. Lebih baik gunakan masa ini untuk membentuk suatu hubungan yang mantap dengan keluarga, teman dan tentukan cita-cita/tujuan hidup yang jelas. Yang penting, bentuk dasar yang kokoh untuk kesehatan tubuh dan gaya hidup yang sehat.

Mungkin ada saat kita merasa ortu itu orang yang paling kejam di dunia karena enggak mengizinkan kita melakukan hal-hal yang seru. Tapi jangan lupa, enggak ada deh orang yang paling perhatian dan sayang sama kita waktu kita lagi susah selain ortu. Merekalah satu-satunya tempat kita cari perlindungan, saat ini. Setidaknya ortu sudah lebih lama hidup, biarpun pengalaman dan lingkungan mereka beda dengan kita. Dari sederetan nasihat ortu, pasti deh ada satu -dua yang pas, kalau saja kita mau pasang kuping sebentar. Hanya dengan bermodalkan pasang kuping, kita sudah menunjukkan ke ortu kalau kita mau belajar jadi dewasa. Begitu ortu percaya, maka kita akan surprise dengan reaksi mereka. Coba saja.

Periode pubertas ini sangat menyenangkan. Tapi kita akan mengalami banyak perubahan yang ajaib. Supaya tidak salah langkah, mendingan banyak bertanya. Makin mengerti pada perubahan itu, maka kita akan makin mengenal diri kita.

Selamat menikmati masa puber!

Tidak ada komentar:

Sumber: http://mahameruparabola.blogspot.com