Selingkuh Itu Indah.... Benar?


Selingkuh itu nggak gampang. Juga nggak semua orang mampu melakukannya. Bohong besar kalo selingkuh itu ibarat membalik telapak tangan saja. Butuh semacam business plan yang unbreakable untuk memastikan perselingkuhan bisa tetap berpijak pada relnya. Bukannya malah kehilangan esensi dan justru nggak enjoy waktu menjalaninya. Karena, kalo sudah begitu ngapain juga selingkuh kalo cuman bikin repot. Iya, nggak ?

* Jujur

Well, mungkin kayaknya konyol menyandingkan perselingkuhan dengan kejujuran, seolah mencampurkan 2 hal baik dan buruk secara bersamaan. Tapi, ini serius. Bahkan sedari awal ketika mulai memikirkan untuk berselingkuh, maka kejujuran adalah aturan pertama yang harus di terapkan dalam perselingkuhan. Kebohongan awal yang tercipta, baik tanpa sengaja - dan lebih lagi dengan sengaja, justru akan membuat kita terjebak dalam lingkaran setan yang tak pernah putus. Salah satu prinsip dasar perselingkuhan adalah meminimalisasi kerepotan. Perselingkuhan harus dibikin se-instant mungkin. Gampang, murah dan nggak bikin pusing. Ketika bersama pasangan resmi, misalnya, kita seharusnya mampu memerankan diri kita sewajarnya. As if nothing happened. Tanpa terlalu banyak beban dan pikiran untuk menutupi perbuatan kita. Jangan sampai justru kehilangan esensi dari tujuan awal ketika memutuskan untuk berselingkuh. Ambil contoh begini, kalau sang pasangan selingkuh tidak mau menjalin hubungan dengan anda “hanya” karena anda sudah memiliki pacar atau sudah menikah misalnya, ya sudah … Tinggalkan saja dia! Cari yang lain. Titik, habis perkara. Masih banyak orang-orang di luar sana yang mau untuk diajak selingkuh dan tidak peduli dengan status anda. Ga percaya ? Coba aja. Perselingkuhan akan menemukan jalannya sendiri, bila memang ada niat. Coba buka mata anda. Banyak sekali kesempatan untuk berselingkuh kalau kita mau. Mulai dari rekan sekantor, orang-orang yang kita temui di jalan, atau pasangan teman kita sendiri. :D Tuh, banyak kan? So, just be honest ! You`ve got nothing to lose. Anda pasti nggak pingin selingkuhan anda yang mengira anda masih lajang besok-besoknya terus bertanya :

Kok aku nggak pernah diajak ke rumahmu sih?

No telepon rumahmu berapa?

Kapan aku dikenalin sama keluargamu?

Nah lho…

* Pilih Selingkuhan yang Tepat


Dengan siapa kita berselingkuh akan sangat menentukan seperti apa bentuk perselingkuhan kita. Ajak orang yang mampu memaknai konsep selingkuh secara ideal. Emang ada? Ada dunks, dan buanyak. Ga usah takut ga kebagian. Pasangan selingkuh yang paling didambakan mungkin adalah yang tak menuntut, tahu diri dan paham arti perselingkuhan. Cuman masalahnya, seringkali selingkuhers gampang lupa dengan pemikiran sesederhana ini. Laki-laki, misalnya, biasanya cenderung mengumbar janji baik dalam bentuk materi maupun kata-kata indah. Kadang malah lebih bukan untuk menarik perhatian si WIL tapi sekedar memboroskan kata-kata tanpa hasil yang sebanding. Nggak perlu deh sampai mau menjanjikan pergi ke bulan dan ngambilin bintang, misalnya. Atau janji mau beliin mobil, rumah, berlian dan seterusnya. Jalanin aja perselingkuhan itu secara realistis. Prinsipnya, no string attached is better…

* Fokus pada Tujuan


Selalu ingatkan diri anda sendiri tujuan awal anda berselingkuh. Tanyakan pada benak anda apa yang anda inginkan dari hubungan perselingkuhan anda. Jangan mencampur-adukkan perselingkuhan anda dengan hubungan resmi yang juga sedang anda jalani, entah itu pernikahan atau pacaran. Sadarlah! Selingkuh adalah pilihan. Jika karena suatu alasan yang bisa anda benarkan sendiri merasa anda harus selingkuh, selingkuhlah dengan indah. Think smart! Kehidupan bersama suami, istri atau pacar anda adalah realita kehidupan yang sebenarnya, dan oleh karena itu… Pisahkanlah! Biarkan perselingkuhan seolah hanya game yang menyenangkan. Penuh dengan passion dan seks, tapi that’s it, sampai di situ saja. Tak perlu mendramatisasilah. Bukan hanya jangan sampai jatuh cinta pada selingkuhan anda, bahkan jangan sampai curhat atau melibatkan dia terlalu jauh dalam kehidupan pribadi anda. Jangan menjadikan selingkuh terlalu personal dengan melibatkan emosi terlalu dalam.

* Cermat & Teliti


Berbeda dengan laki-laki, kebanyakan perempuan merencanakan perselingkuhannya dengan lebih cermat dan teliti. Secara natural, perhatian perempuan pada detil dan hal-hal kecil membantunya untuk menyelamatkan perselingkuhannya. Perselingkuhan memang merepotkan. Banyak aktivitas biasa yang seharusnya tidak perlu dipikirkan malah harus dicermati dengan seksama. Ambil contoh, anda harus hati-hati dengan aktivitas menelepon anda. Selalu kosongkan inbox pesan dan hapus daftar panggilan masuk dan keluar di hape anda. Sekedar jaga-jaga kalau pasangan atau pacar anda iseng (lebih lagi kalau emang sengaja) membuka-buka hape anda. Daftar kebiasaan yang harus diubah tidak hanya berhenti di sini. Anda juga harus waspada dengan tagihan kartu kredit yang mungkin berisi catatan pembelian hadiah buat sang selingkuhan. Terus, anda juga harus seringkali lebih memusatkan perhatian pada hal-hal kecil yang sebelumnya tidak terlalu penting. Seringkali, ada kecelakaan kecil seperti memanggil nama secara salah. Mungkin, nasehat terbaik untuk ini adalah panggil semuanya dengan satu sebutan : “Sayang …”

Hmmm…menjalani sebuah perselingkuhan berarti menjalani double life. Di satu sisi, menjadi seorang suami yang penurut di rumah, sayang anak dan hanya melakukan seks dengan posisi misionaris. Sedang di kehidupan keduanya, selingkuhers mungkin bisa tiba-tiba menjelma menjadi laki-laki yang “living la vida loca”, spontan dan romantis.

Masalahnya cuman, selingkuhers beresiko mengalami split personality. Siapa yang bisa jamin, kalo sisi baik Jeckill tidak akan terkalahkan oleh sisi gelap Hyde, atau kepribadian normal Bruce Banner tidak akan tergantikan oleh amarah Hulk. Setiap orang pasti memiliki potensi untuk mengembangkan kepribadian ganda. Sangat wajar dan normal, bagian dari defence mechanism kita sebagai manusia biasa. Hanya saja, perselingkuhan bisa meningkatkan kecenderungan sisi hitam kita yang berkembang. Hiii…

Tidak ada komentar:

Sumber: http://mahameruparabola.blogspot.com