Iri plus Cemburu.... Jadi?


Ketika Rita berada di sebuah coffe shop hotel berbintang menunggu kliennya datang, tiba-tiba lewatlah Tanya teman kuliahnya bersama anak balitanya yang lucu. Benar-benar pemandangan yang membuat Rita disergap rasa iri....Dengan wajahnya yang cantik, tubuh yang indah plus baju, tas dan sepatunya keluaran brand dari Itali yang terkenal, apalagi yang kurang dalam hidupnya?

Sejak kita kecil, tanpa kita sadari kita sudah 'tercemplung' ke dalam dunia yang penuh persaingan. Entah itu dalam memperebutkan juara kelas di sekolah, mendapatkan pujian dari guru di sekolah dan masih banyak situasi dan kondisi lainnya. Persaingan seringkali menjadi motivator yang baik untuk melecut kita berbuat yang terbaik.Namun mestilah disadari bahwa kita akan memiliki kesempatan untuk menjadi yang terbaik di bidang yang benar-benar kita kuasai. Tidaklah sehat apabila Anda ingin 'memenangkan' setiap 'kompetisi' karena jika ekspektasi itu muncul, tak jarang Anda akan diliputi oleh rasa kecewa karena sikap Anda sendiri yang tidak realistis. Akibat lainnya, Anda pun akan diselimuti oleh rasa iri dan cemburu yang berlebihan...

Persaingan atau ketidakmampuan yang menyebabkan rasa iri atau cemburu tidaklah sehat jika dibiarkan berlama-lama. Berhati-hatilah, perasaan negatif iniberpotensi menurunkan kepercayaan diri dan menimbulkan sara stres yang berkepanjangan.

Jika Anda belum bisa menghilangkan perasaan cemburu atau iri ini, belajarlah untuk mengontrolnya terlebih dulu.

Tidak ada komentar:

Sumber: http://mahameruparabola.blogspot.com