“Kami ini golongan umat yang makan karena sudah lapar, dan jika makan, kami tidak sampai kenyang. “ (HR. Abu Dawud)
Dunia modern memberikan tekanan luar biasa pada mentalitas generasi muda kini. Tampil langsing, seksi, kulit mulus dan modis menjadi ikon modern yang mesti dipegang teguh mereka. Lewat iklan, film, sinetron, talk show, dan berbagai seminar kecantikan hal itu terus didengung-dengungkan. Badan gemuk dan kulit bersisik dinilainya sebuah bencana. Akibatnya generasi muda kini berusaha sekeras mungkin mengikuti berbagai saran ahli kecantikan modern, di antaranya diet ketat yang berujung pada kelainan pola makan yaitu anorexia nervosa atau anorexia syndrom.
Era modern juga selalu menggembar-gemborkan agar tubuh yang langsing, sintal dan sehat tidak cukup dengan pakaian dan produk-produk pemoles tubuh, tapi juga diperlukan suatu kebugaran. Maka maraklah senam pagi massal, aerobik, pusat-pusat kebugaran, fitnes center, body building, dan senam-senam lainnya yang kini lagi trend. Televisi, tabloid dan majalah saban hari mengiklankan produk-produk berteknologi canggih untuk melangsingkan tubuh, menghilangkan jerawat, menghancurkan lemak dan alat-alat kebugaran lainnya. Langsing sehat dan bugar tidak ada masalah, namun jila lantas menimbulkan konflik batin hingga berujung pada diet ketat, jelas tidak sehat. Apalagi kemudian timbul kelainan pola makan atau anorexia syndrom.
Anorexia adalah gangguan psikologis di mana orang yang mengidapnya berusaha menghindari keinginan untuk makan. Anorexia dihasilkan dari ketakutan bahwa tubuh akan menjadi gemuk jika makan. Gejala umumnya yakni depresi, kepercayaan diri rendah, penampilan tidak proporsional, hubungan keluarga terganggu, nafsu makan kurang dan sulit mengontrol emosi, mudah terjangkit penyakit dengan berat badan ringan, angka timbangan yang menurun drastis dan kekurangan nutrisi. (lihat, D-Net.Com 27 Oktober 2004)
Orang yang menderita anoreksia akan berusaha sesedikit mungkin untuk mengonsumsi makanan dan minuman karena mereka merasa memiliki berat badan yang berlebih. Mereka melakukan pembatasan konsumsi makanan dan minuman secara berlebihan. Sekalipun badan mereka telah kurus kering. Penderita anoreksia tidak akan menghentikan dietnya karena mereka tetap selalu merasa kegemukan. Bayangan kelebihan berat badan inilah yang menyebabkan mereka berperilaku makan menyimpang.
Dampak negatif yang paling fatal dan anoreksia yang tidak ditangani dengan baik adalah kematian. Namun sebelum sampai demikian fatal, penderita anoreksia biasanya dapat mengalami berbagai macam gangguan dan penyakit. Menstruasi menjadi tidak lancar atau terhambat, bahkan pada beberapa kasus menstruasi bisa terhenti selama beberapa bulan. Yang lebih parah lagi, mereka bisa kekurangan cairan sampai harus dirawat di rumah sakit. Untuk jangka panjang penderita anoreksia dapat mengalami pengeroposan tulang.
Dunia modern memberikan tekanan luar biasa pada mentalitas generasi muda kini. Tampil langsing, seksi, kulit mulus dan modis menjadi ikon modern yang mesti dipegang teguh mereka. Lewat iklan, film, sinetron, talk show, dan berbagai seminar kecantikan hal itu terus didengung-dengungkan. Badan gemuk dan kulit bersisik dinilainya sebuah bencana. Akibatnya generasi muda kini berusaha sekeras mungkin mengikuti berbagai saran ahli kecantikan modern, di antaranya diet ketat yang berujung pada kelainan pola makan yaitu anorexia nervosa atau anorexia syndrom.
Era modern juga selalu menggembar-gemborkan agar tubuh yang langsing, sintal dan sehat tidak cukup dengan pakaian dan produk-produk pemoles tubuh, tapi juga diperlukan suatu kebugaran. Maka maraklah senam pagi massal, aerobik, pusat-pusat kebugaran, fitnes center, body building, dan senam-senam lainnya yang kini lagi trend. Televisi, tabloid dan majalah saban hari mengiklankan produk-produk berteknologi canggih untuk melangsingkan tubuh, menghilangkan jerawat, menghancurkan lemak dan alat-alat kebugaran lainnya. Langsing sehat dan bugar tidak ada masalah, namun jila lantas menimbulkan konflik batin hingga berujung pada diet ketat, jelas tidak sehat. Apalagi kemudian timbul kelainan pola makan atau anorexia syndrom.
Anorexia adalah gangguan psikologis di mana orang yang mengidapnya berusaha menghindari keinginan untuk makan. Anorexia dihasilkan dari ketakutan bahwa tubuh akan menjadi gemuk jika makan. Gejala umumnya yakni depresi, kepercayaan diri rendah, penampilan tidak proporsional, hubungan keluarga terganggu, nafsu makan kurang dan sulit mengontrol emosi, mudah terjangkit penyakit dengan berat badan ringan, angka timbangan yang menurun drastis dan kekurangan nutrisi. (lihat, D-Net.Com 27 Oktober 2004)
Orang yang menderita anoreksia akan berusaha sesedikit mungkin untuk mengonsumsi makanan dan minuman karena mereka merasa memiliki berat badan yang berlebih. Mereka melakukan pembatasan konsumsi makanan dan minuman secara berlebihan. Sekalipun badan mereka telah kurus kering. Penderita anoreksia tidak akan menghentikan dietnya karena mereka tetap selalu merasa kegemukan. Bayangan kelebihan berat badan inilah yang menyebabkan mereka berperilaku makan menyimpang.
Dampak negatif yang paling fatal dan anoreksia yang tidak ditangani dengan baik adalah kematian. Namun sebelum sampai demikian fatal, penderita anoreksia biasanya dapat mengalami berbagai macam gangguan dan penyakit. Menstruasi menjadi tidak lancar atau terhambat, bahkan pada beberapa kasus menstruasi bisa terhenti selama beberapa bulan. Yang lebih parah lagi, mereka bisa kekurangan cairan sampai harus dirawat di rumah sakit. Untuk jangka panjang penderita anoreksia dapat mengalami pengeroposan tulang.
Padahal, dan sejak awal, melalui Rasulullah Saw., Islam telah mengajarkan agar tidak makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Hal itu telah diukir dalam sabdanya:
Ciri khas penderita anorexia nervosa:
Ciri khas penderita anorexia nervosa:
- Biasanya penderita adalah wanita, baik remaja, dewasa atau yang baru mulai memasuki masa puber.
- Tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menekankan pentingnya prestasi sebagai nilai kebanggaan keluarga.
- Mempunyai perhatian yang berlebihan tentang kesempurnaan penampilan.
- Mempunyai orang tua yang sangat sibuk dengan dunia mereka sendiri. Penderita anorexia biasanya merasa harus menjadi sempurna agar mendapat perhatian dari orang tua mereka.
- Ditandai dengan perubahan fisik seperti rambut rontok, terhentinya ovulasi dan menstruasi, detak jantung melambat, tekanan darah rendah dan tak mampu menahan rasa dingin.
- Biasanya memiliki tingkat depresi yang lebih parah dari penderita bulimia.
- Rentan terkena osteoporosis di kemudian hari karena asupan kalsium yang rendah dan kurangnya produksi hormon estrogen jika sampai ke tahap terhentinya menstruasi. Biasanya olah raga yang berlebihan pun dapat berakibat demikian.
- Dapat menyebabkan kerusakan hati dan organ-organ vital lainnya jika berat badan turun melewati batas normal.
Penerimaan merupakan langkah awal penyembuhan dari kelainan ini. Kebanyakan penderita tetap tinggal dalam penyangkalan dan menolak ditolong. Langkah penyembuhan lain adalah dengan melakukan psikoterapi pada diri penderita, keluarga maupun lingkungan tempat penderita berasal. Pemberian obat termasuk antidepresan kadang-kadang dibutuhkan dalam situasi tertentu. Terapi gizi juga penting sebagai asupan vitamin dan mineral bagi penderita. Namun jika langkah-langkah di atas tidak membawa hasil, satu-satunya cara yaitu dengan membawa penderita ke rumah sakit untuk diopname terutama bagi penderita anorexia. Ini dilakukan jika berat badan penderita menurun hingga 25% dari berat normal atau jika organ-organ vital dalam tubuh cedera.
Ingatlah pola makan sehat adalah cara hidup yang terbaik. Jangan biarkan diri Anda di bawah tekanan sosial atau teman sebaya. Seringkali model-model cantik di majalah ikut ambil andil terjadinya depresi yang mengakibatkan kelainan pola makan pada wanita. Yang harus Anda sadari adalah mereka harus terlihat kurus karena tuntutan profesi sehingga mereka menghabiskan waktu berjam-jam lamanya hanya untuk menguruskan badan. Walaupun begitu, bagi mereka tetap saja hal ini tidak menyenangkan karena mereka harus menjauhkan coklat dan kue-kue lezat dari menu mereka. Satu lagi yang terpenting, tetaplah percaya diri sebab nilai personality Anda tidak ditentukan oleh seberapa kurus atau gemuknya tubuh Anda.
Islam tidak membenarkan perilaku ini. Sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas, umat Islam tetap harus makan saat lapar tapi tidak makan sampai kekenyangan. Menjalani diet secara ketat hingga menderita anorexia jelas menjerumuskan diri sendiri pada kebinasaan.
Ingatlah pola makan sehat adalah cara hidup yang terbaik. Jangan biarkan diri Anda di bawah tekanan sosial atau teman sebaya. Seringkali model-model cantik di majalah ikut ambil andil terjadinya depresi yang mengakibatkan kelainan pola makan pada wanita. Yang harus Anda sadari adalah mereka harus terlihat kurus karena tuntutan profesi sehingga mereka menghabiskan waktu berjam-jam lamanya hanya untuk menguruskan badan. Walaupun begitu, bagi mereka tetap saja hal ini tidak menyenangkan karena mereka harus menjauhkan coklat dan kue-kue lezat dari menu mereka. Satu lagi yang terpenting, tetaplah percaya diri sebab nilai personality Anda tidak ditentukan oleh seberapa kurus atau gemuknya tubuh Anda.
Islam tidak membenarkan perilaku ini. Sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas, umat Islam tetap harus makan saat lapar tapi tidak makan sampai kekenyangan. Menjalani diet secara ketat hingga menderita anorexia jelas menjerumuskan diri sendiri pada kebinasaan.
“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-Baqarah: 195).
Terapi keluarga untuk menghilangkan bayangan obesitas merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk membantu para penderita anoreksia keluar dari penderitaan yang dialaminya. Namun jika keadaan sudah demikian parah, maka tidak ada jalan lain kecuali membawa penderita ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
Terapi keluarga untuk menghilangkan bayangan obesitas merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk membantu para penderita anoreksia keluar dari penderitaan yang dialaminya. Namun jika keadaan sudah demikian parah, maka tidak ada jalan lain kecuali membawa penderita ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar