He is your
father,” gitu penilaian Dea, ketika Sarah mengenalkan Rico, kekasihnya. Dea
mungkin sekedar becanda. Tapi komen Dea bikin Sarah resah juga. Bayangin, beda
usianya dengan Rico, 13 tahun.
Bukan hal yang
normal dialami gadis-gadis seusianya yang baru mengenakan rok putih abu-abu.
Kalau temen-temen sekolahnya biasa ngocol bareng yayangnya kapan aja mereka
mau, Sarah harus menunggu kehadiran Rico dari tempat kerjanya. Belum lagi,
sifat mereka yang lebih banyak bedanya ketimbang kesamaannya. Rico lebih
tenang, meskipun humoris juga. Sementara Sarah, biarpun termasuk gadis pendiam
dan kalem, suka bingung dengan perkataan Rico yang rada nggak nyambung sama
jalan pikirannya.
Tapi berpegang
pada pendapat orang, makin banyak perbedaan, justru makin baik, Sarah pun
memilih mempertahankan hubungannya. Ia malah merasa Rico lebih banyak
membimbingnya dan memberi masukan yang berarti buat dirinya. “Tapi kamu nggak
takut dewasa sebelum waktunya ?” Lagi-lagi pertanyaan Dea bikin Sarah kembali
bingung. So, tetep jalan terus atau putus aja ?
Setiap menjalani
suatu hubungan, pasti ada resiko dan dampak yang harus diambil. Kita sih
kepengennya ketemu ‘Pangeran Impian’ yang jadi idaman kita. Tapi kok, hati jadi
terpaut sama si dia yang jelas-jelas lebih cocok jadi ‘saudara tua’ atau malah
father, sepereti yang dibilang Dea.
Kalau kata orang
sih, kebahagiaan itu bersumber dari hati dan pikiran. Kalau perasaan enjoy dan
enggak stres, kamu juga bisa lebih tenang menapaki hidup. Daripada pilih cowok
yang seumuran atau beda dikit sama kita, tapi selalu bikin kesel dan seneb.
Yang ada, bukannya kamu yang bahagia tapi justru kamu yang dibikin pusing sama
sikap dia. Meskipun, belum tentu yang lebih dewasa pun, punya sikap kebapaan.
Sayangnya, ada
aja yang suka salah kaprah. Dikiranya, kalau pacaran sama yang lebih tua dan
mapan, bakal ‘nyaman’ deh hidupnya. Enggak jarang, kita suka denger cewek yang
‘gampang’ aja digaet sama pria hidung belang yang telah berumur.
Dengan modal
bualannya yang aduhai, mereka berhasil memikat hati dan bikin kita percaya sama
rayuan gombalnya. Niat mencari pria yang dewasa yang bisa ngertiin dan
ngebimbing, eh malah ngejebak dan bikin hidup kamu berantakan. Nah, kalau udah
kayak gini, bukan kamu aja yang rugi. Ortu juga ikutan sedih. Ternyata,
bayangan pria dewasa dan ‘baik-baik’, nggak seindah yang kita duga.
Enggak semua
orang, terlihat baik seperti yang kita perkirakan. Makanya, biar penampilannya
keren dan dewasa, kamu juga perlu selektif dan teliti menilai dia sebelum
memutuskan menjadi kekasihnya. Jangan sampai pilihan yang sudah kamu tetapkan,
malah menjurumuskan kamu nantinya.
Tapi jangan pula
keburu pesimis kalau punya cowok berumur jauh. Kalau ternyata doi beneran
sayang, pertahankan deh dia untuk beberapa waktu, sambil kamu juga terus
memberikan penilaian. Apakah dia serius atau cuma main-main aja. Kalau perlu,
beri dia sedikit plonco buat mengetes keseriusannya dengan kita. Biasanya,
kalau cowok berumur tuh, bawaannya nggak mau main-main lagi. So, kamu pun harus
serius pula menanggapinya.
Buat kamu, pria
mana yang bakal kamu pilih ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar