Malam pertama
dan darah, hampir pasti tak dapat dipisah. Hubungan pertama bagi lelaki selalu
berharap disertai darah dari vagina wanita. Dan kadang, wanita pun cemas,
menunggu tanda itu, sebagai bukti kesucian dirinya. Tapi, bagaimana jika
ternyata, sehabis "pertempuran" nikmat itu tak ada juga darah? Cemas?
Stres? timbul praduga? Duh!
Tak usah cemas. Banyak
pertanyaan yang diajukan oleh kaum perempuan menyangkut darah di malam pertama.
Apakah selalu ada darah pada kali pertama berhubungan seksual? Sebetulnya
jawabannya sangat variatif. Beberapa perempuan memang berdarah agak banyak,
sebagian lain mengeluarkan darah sedikit, namun banyak pula malah tak ada darah
sama sekali. Karena itu kalau Anda tak berdarah di malam pertama perkawinan,
tak usah terlalu cemas. Apalagi risau dituduh telah berhubungan intim
sebelumnya.
Sumber di keluarga.org menyebutkan bahwa
sebenarnya darah keluar dari selaput dara yang terletak di dalam vagina yang
robek ketika mengadakan kontak seksual. Sedangkan pada perempuan yang tidak
berdarah pada malam pertamanya, kemungkinan ia tidak memiliki selaput dara atau
mungkin robek tanpa disadari. Ada banyak sebab mengapa Anda tak berdarah. Bisa
jadi karena aktivitas olah raga seperti berkuda, senam lantai, dan bersepeda.
Atau karena Anda memakai tampon. Bisa juga tanpa sengaja vagina Anda tertembus
benda. Kalau itu terjadi, tentu saja tak akan ada darah di malam perkawinan.
Malah, Anda
termasuk perempuan yang memiliki selaput dara tebal, sehingga walaupun
tertembus benda apa pun, selaput dara Anda tetap utuh dan tidak mengeluarkan
darah. Jadi jangan terburu cemas.
Jangan asumsikan macam-macam. Sepanjang Anda tak pernah berhubungan seksual sebelum pernikahan
dengan pria lain, kenapa musti takut? Jangan bayangkan bahwa darah yang keluar
dari vagina akan seperti darah waktu haid. Darah dari selaput dara yang robek
itu hanya seperti tetesan kecil dari jari yang teriris. Jadi perempuan yang
akan melangsungkan pernikahan, juga bagi para calon suaminya, jangan terlalu
berpikiran yang tidak-tidak. Bukan berarti dengan tak keluarnya darah pada
malam perkawinan, maka Anda tak perawan.
Kalau pun
selaput dara Anda pernah robek sewaktu gadis, toh itu bukan semata kesalahan
Anda. Kecelakaan dapat terjadi di mana saja. Dan yang paling ekstrim pun, jika
Anda diperkosa oleh lelaki bejat, maka Anda tetap dapat disebut
"perawan" karena dipaksa melakukan kontak seksual tanpa pernah Anda
kehendaki.
Anggap hanya mitos.
Keperawanan tak diukur dari robeknya selaput dara atau keluarnya darah saat
malam pertama. Bahkan keluarnya darah, rasa perih, atau robeknya selaput dara
cenderung menjadi mitos dalam hal seks. Yang benar adalah bila perempuan terangsang,
maka ia akan mengeluarkan cairan dan vagina siap menerima penis sehingga tak
akan terjadi robekan, keluar darah atau bahkan rasa perih saat hubungan seks
kali pertama.
Jadi keperawanan
itu diukur dari sejauh mana Anda menjaga etika moral seks yang diajarkan agama.
Bukan dari robeknya selaput dara, rasa perih atau bahkan keluarnya darah saat
hubungan pertama. Robeknya selaput dara hanya dapat diketahui oleh pemeriksaan
dokter. Kalau Anda belum pernah berhubungan seks sebelumnya, yakinilah, darah
di malam pertama hanyalah mitos.
Jangan diamkan. Meski
begitu, Anda jangan diam saja, dan menunggu reaksi suami. Bicaralah! Jika Anda
tak membicarakan masalah itu, situasi takkan berubah. Malah akan menjadi kaku.
Apalagi jika suami Anda justru berprasangka buruk terhadap Anda. Ingat. Malam
pertama merupakan awal dari kayuhan bahtera perkawinan Anda.
Ahli terapi seks
di Human Sexuality Center of Long Island, Joel D Block PhD menegaskan
komunikasi berperan besar dalam menentukan kebahagian suami isteri. Komunikasi
seksual yang baik berasal dari komunikasi intim yang baik pula. Dapatkan
keintiman dengan berbicara tentang emosi, opini, gagasan, harapan, dan rasa
takut Anda. Maka itu akan lebih mudah. Bicara lebih baik daripada hanya
menangis. Memang, tak harus saat itu juga Anda bicara dengan suami. Pilih waktu
yang Anda rasa tepat untuk membicarakan persoalan itu. Ingat, jaga jangan
sampai amarah dia meledak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar