“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali-Imran: 180).
Bakhil atau kikir adalah perilaku yang enggan mengeluarkan harta untuk kebaikan. Sebaliknya jika untuk hal-hal yang tidak perlu dia menghambur-hamburkannya. Padahal harta adalah amanah atau titipan dari Allah SWT mengeluarkannya dengan baik adalah bukti syukur kepada-Nya. Sebaliknya jika tidak mengeluarkannya untuk kebaikan berarti kufur terhadap nikmat.
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim: 7)
Orang bakhil biasanya takut jika harta itu berkurang jika sebagian diberikan kepada fakir miskin, infaq fisabilillah atau untukzakat. Padahal dengan menahannya tidak akan menambah harta itu bahkan justru akan berkurang dengan izin Allah SWT.
“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 268).
Kikir termasuk dosa besar, pelakunya diancam siksaan yang pedih kelak. Allah SWT. mengingatkan:
“(Yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan. (QS. An-Nisa: 37).
Namun tidak baik pula kita berlebih-lebihan dalam mengeluarkan harta sehingga harta itu habis dan kita menyesal. Allah memerintahkan agar semuanya terukur, Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT.:
“Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” (QS. Al-Isra: 29).“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al-Furqan: 67).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar