Menjelekkan seseorang dan memang ia berbuat jelek, maka itulah ghibah, tapi jika cerita itu hanyalah isapan jempol belaka maka itu fitnah. Fitnah sangat tercela selain merusak kehormatan seseorang juga menghancurkan harga diri sendiri. Bahkan Allah SWT menyebutkan bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Jika pembunuhan yang rugi orang yang terbunuh atau yang dibunuh, tetapi fitnah dampaknya sangat luas, masyarakat dapat saja terhasut lantas membuat kerusuhan atau bisa saja terjadi peperangan akibat fitnah itu.
“Dari Abu Hurairah ia berkata, sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda: ‘Tahukah kalian apa yang disebut dengan ghibah?’Jawab para shahabat: ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu’. Sabda Rasulullah Saw.: ‘Ghibah yaitu memperbincangkan saudaramu sesuatu yang ia tidak sukai’. Ditanya pada beliau: ‘Bagaimana kalau yang kami perbincangkan itu ternyata benar?’ Jawab beliau: ‘Jika yang kamu percakapkan itu benar berarti kau telah ghibah (menggunjing). Dan jika tidak benar, kau telah berbuat suatu kebohongan ternatng dirirnya (fitnah).” (HR. Muslim)
“Dari Ibnu Mas’ud ra. ia berkata, sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. telah bersabda: Perhatikanlah! Kuberitahukan kepada kamu sekalian sesuatu yang sangat keji dan haram (‘adh) yaitu namimah (gunjingan) yang meluas di masyarakat sehingga masyarakat menjadi kacau”. (HR. Muslim).
Perilaku fitnah terjadi sebagai akibat lemahnya daya iman. Jika iman kuat, ia akan merasa kehadiran Allah SWT dalam hidupnya dan tidak mungin berbuat fitnah. Karenanya agar terhindar dari perbuatan fitnah dan kejelekan lainnya, maka perkuat iman dengan cara bergaul dengan orang-orang sukses atau sesering mungkin menghadiri pengajian.
“Dari Abu Hurairah ia berkata, sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda: ‘Tahukah kalian apa yang disebut dengan ghibah?’Jawab para shahabat: ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu’. Sabda Rasulullah Saw.: ‘Ghibah yaitu memperbincangkan saudaramu sesuatu yang ia tidak sukai’. Ditanya pada beliau: ‘Bagaimana kalau yang kami perbincangkan itu ternyata benar?’ Jawab beliau: ‘Jika yang kamu percakapkan itu benar berarti kau telah ghibah (menggunjing). Dan jika tidak benar, kau telah berbuat suatu kebohongan ternatng dirirnya (fitnah).” (HR. Muslim)
“Dari Ibnu Mas’ud ra. ia berkata, sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. telah bersabda: Perhatikanlah! Kuberitahukan kepada kamu sekalian sesuatu yang sangat keji dan haram (‘adh) yaitu namimah (gunjingan) yang meluas di masyarakat sehingga masyarakat menjadi kacau”. (HR. Muslim).
Perilaku fitnah terjadi sebagai akibat lemahnya daya iman. Jika iman kuat, ia akan merasa kehadiran Allah SWT dalam hidupnya dan tidak mungin berbuat fitnah. Karenanya agar terhindar dari perbuatan fitnah dan kejelekan lainnya, maka perkuat iman dengan cara bergaul dengan orang-orang sukses atau sesering mungkin menghadiri pengajian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar