Hot Hijab - Jilbab Seksi

Jilbab seksi adalah kebalikan dari jilbab ekstrim. Jika jilbab ekstrim berlebihan dalam berjilbab sebaliknya pemakai jilbab seksi justru kurang sempurna dalam jilbabnya. Kurang atau berlebihan dalam ibadah jelas tidak baik. Hukum tidak boleh dikurang dan dilebihkan.
Jilbab seksi yang dimaksud adalah ketat, tipis, masih memperlihatkan sebagian auratnya, membiarkan dada tetap terbentuk, aksesoris berlebihan, dan si pemakai doyan membuat gerakan yang merangsang baik langkah kaki yang diatur layaknya peragawati atau sengaja membuat gerakan erotis di depan umum.
Sebagaimana sering penulis kemukakan bahwa jilbab yang baik harus memenuhi beberapa syarat yaitu: menutup seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan, bukan diniatkan sebagai perhiasan, kainnya harus tebal atau tidak tipis, harus longgar, tidak ketat sehingga tidak menggambarkan bentuk tubuh, tidak diberi wewangian, tidak menyerupai pakaian laki-laki, tidak menyerupai pakaian orang kafir, dan bukan pakaian popularitas. Demikian syarat yang dikemukakan Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam bukunya “Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunnati” (Jilbab Wanita Muslimah menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah).
Namun remaja putri Islam saat ini tak lebih dari korban keganasan modern. Mereka terimbas dengan mode pakaian yang lahir dari budaya non-Islam. Akibatnya muncul kesan bahwa yang baik dan benar adalah apa yang datang dari Barat. Tak heran jika merebaknya jilbab seksi sulit ditanggulangi, karena remaja kita sudah kadong terbelenggu iming-iming 'gaya hidup selebritis' yang dipropagandakan para selebritis dari dunia entertainmen (hiburan).
Jilbab seksi adalah bentuk ekspresi kawula muda yang menuntut kebebasan berpakaian. Sebagai seorang muslimah, mereka tidak mau menanggalkan jilbabnya, tapi juga tidak mau ketinggalan zaman alias tidak mau disebut kampungan, kuno atau terbelakang. Sementara mode pakaian modern umumnya didominasi gaya Barat yang notabene Amerika dan Eropa di mana fashion diidentikkan dengan gaya hidup. Tak heran jika dalam mengerjakan hal apapun di sana selalu ada "rambu-rambu" yang namanya fashion atau mode. Mereka yang tidak mengikuti mode pakaian tertentu untuk kegiatan tertentu pula, diidentikkan dengan manusia terbelakang.
Sementara itu Amerika dan Eropa dikenal dengan gaya berpakaian buka-bukaan sebagai cermin kebebasan itu sendiri atau mereka menganggapnya sebagai hak asasi manusia (HAM). Namun itulah kultur Barat yang jika diterapkan di Indonesia yang memiliki kultur berbeda dengan mereka jelas sangat kontras terlebih lagi bagi kaum muslimin yang menjunjung tinggi moral atau sopan santun berpakaian, mode mereka sangat bertolak belakang.
Ciri-ciri kudung gaul atau jilbab gaul; kerudung dililitkan ke leher, tidak ditutupkan ke dada sebagaimana perintah Islam, baju dan celana ketat bahkan transparan. Jika jilbab identik dengan kudung gaul, maka jilbab ini tak berfungsi lagi sebagai pelindung wanita dari godaan laki-laki. Firman Allah SWT:
"Hai Nabi! Katakanlah pada istrimu-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. Al-Ahzab: 59).
Sebagaimana penulis singgung dalam buku Kudung Gaul, Berjilbab Tapi Telanjang”, munculnya kudung gaul ini disebabkan beberapa faktor di bawah ini:
Pertama, maraknya tayangan televisi atau bacaan yang terlalu berkiblat ke mode Barat. Faktor ini adalah yang paling dominan. Betapa tidak, semenjak menjamurnya televisi dengan persaingan merebut pemirsa dan dibukanya kran kebebasan pers sehingga menjamurnya berbagai tabloid yang mengumbar mode buka-bukaan ala Barat menyebabkan munculnya peniruan di kalangan generasi muda Islam. Akibat lebih jauh, muncullah gaya berjilbab yang sesungguhnya telanjang yaitu kudung gaul. Hal ini lebih diperparah lagi dengan menjamurnya rental-rental VCD yang semakin membawa generasi muda memasuki dunia mode ala Barat.
Kedua, minimnya pengetahuan anak terhadap nilai-nilai Islam sebagai akibat dikuranginya jam pendidikan agama di sekolah-sekolah umum. Faktor ini merupakan realitas yang menyakitkan. Betapa di negara mayoritas Islam yang seharusnya syari'at Islam dijunjung tinggi, tapi kenyataannya justru dipinggirkan. Akibatnya, generasi muda Islam semakin jauh dari Islam dan kehilangan arah dalam menentukan sikap termasuk cara berpakaian. Tujuan utama dikurangi jam pelajaran agama agar anak lebih menguasai bidang Iptek untuk mengejar ketertinggalan dengan dunia Barat. Namun pada kenyataannya justru lebih hancur karena mental anak didiknya kosong dari nilai-nilai agama. Di sisi lain, pendidikan agama di madrasah-madrasah sepulang sekolah formal saat ini tidak efektif karena perhatian anak lebih terfokus pada tayangan televisi.
Ketiga, kegagalan fungsi keluarga. Munculnya fenomena kudung gaul ini secara tidak langsung menggambarkan kegagalan fungsi keluarga sebagai kontrol terhadap gerak langkah anak-anak muda. Para orang tua telah gagal memberikan pendidikan agama yang benar. Parahnya, orang tua sendiri cenderung terbawa arus modern, terbukti kudung gaul ini kini telah merambah para orang tua dengan dalih yang sama dengan para remaja: ikut mode!
Saat ini, rumah kaum muslimin telah bergeser fungsi dari lembaga pendidikan informal, tempat mendidik putra-putrinya menjadi anak shaleh, menjadi bioskop, restoran atau hotel. Rumah tak ubahnya seperti bioskop, sekedar tempat nonton, orang tua dan anak sama-sama keranjingan siaran televisi. Rumah juga tak ubahnya sebagai hotel, hanya sekedar tempat tidur dan tak ubanya restoran hanya sekedar tempat makan. Sementara itu ruh dari rumah itu sendiri yaitu pendidikan akhlak dan aqidah sudah sangat jarang diberikan di rumah. Akibatnya, ketika anak keluar rumah, tak ubahnya sosok kuda yang kehilangan kendali.
Keempat, peran para perancang yang tidak memahami dengan benar prinsip pakaian Islam. Sebagaimana kita maklumi, gairah generasi muda Islam dalam menekuni Islam setelah runtuhnya orde baru cukup signifikan. Untuk merespon kecenderungan ini, banyak para perancang yang sesungguhnya tidak mengerti aturan pakaian Islam, mencoba merancang pakaian Islam dengan polesan mode yang lagi trend. Kemudian diadakan fashion show, ditayangkan di televisi dan dimuat di tabloid-tabloid dan berbagai surat kabar.
Parahnya, mode itu banyak yang keluar dari rel Islam. Sementara remaja Islam yang minim pengetahuannya tentang pakaian Islam, menganggap bahwa gaya jilbab dari para perancang itu mutlak benar. Akibatnya jilbab mengalami distorsi dan sudah keluar jalur dengan trend kudung gaul.
Kelima, munculnya para mu'allaf di kalangan artis atau artis yang baru mengenakan kerudung. Artis di era modern tak ubahnya seorang nabi yang segala tingkah dan ucapannya menjadi "teladan" bagi fansnya. Ketika sang artis itu masuk Islam (mu'allaf) dengan mengenakan kerudung apa adanya, banyak fans atau penggemarnya yang ikut-ikutan meniru gaya artis tersebut. Atau di era reformasi ini banyak artis ternama yang mengenakan jilbab, namun tetap berpakaian ketat. Banyak para penggemarnya yang ikut-ikutan meniru gaya berjilbabnya. Mereka yang berpakaian ala artis itu dianggapnya remaja gaul. Istilah "kudung gaul" akhirnya menjadi trend.


English

 Sexy hijab headscarf is the opposite of extreme . If hijab headscarves opposite extreme exaggeration in sexy hijab wearers are less perfect in her hijab . Lacking or excessive in worship is obviously not good . Law should not be subtracted and exceeded .Hijab sexy in question is tight , thin , still showing some private parts , let the chest still formed , excessive accessories , and the wearer to make movements that stimulate hooked both legs move like a mannequin or intentionally set makes erotic movements in public .As the authors point out that the hijab often good must meet several requirements , namely : cover the entire body except the face and palms , is not intended as jewelry , fabric must be thick or thin , should be loose , not tight so it does not describe the shape of the body , unscented , not resemble the clothing of men , does not resemble the clothing of the heathen , and not clothing popularity. Similarly, the terms set forth Shaykh Muhammad Nasir al -Albani in his book " Al - Hijab Al - Muslimah fil mar'ah Kitabi was Sunnati " ( Muslim Women Hijab according to the Qur'an and Sunnah ) .But young Muslims today is nothing more than victims of modern malignancies . Those affected by the birth of a fashion non - Islamic culture . As a result there is the impression that is good and true is what comes from the West . I wonder if the proliferation of sexy hijab difficult to overcome , because we 've kadong shackled teen lure ' celebrity lifestyle ' propagated by celebrities from the world of entertainment ( entertainment ) .Sexy hijab is a form of expression of young people who demand freedom of dress . As a Muslim , they do not want to take off her headscarf , but also do not want to miss time aka not to be cheesy , old-fashioned or backward . While modern fashion style dominated the West that in fact America and Europe where identical fashion to lifestyle . No wonder if in doing any case there is always the " signs " the name of fashion or fad . Those who do not follow a particular fashion for certain activities too , identified with retarded people .While the American and European styles of dress known as open-aperture mirror liberty itself or they regard it as a human rights ( Human Rights ) . Yet that Western culture that if applied in Indonesia which has a different culture with them even more clearly in contrast to the Muslims who uphold the morals or manners of dress, they are very contradictory fashion .Characteristics crippled or hijab slang slang ; veil wrapped around the neck , not the chest as it is closed to the Islamic injunctions , clothes and even transparent tights . If the veil is identical to the crippled slang , then the veil is no longer functioning as a protector of women lure men . Allah SWT says :" O Prophet ! Say to your wife - wife , daughters and wives of the believers , let them extend their scarf around the body . Such is that they are more easily recognized , as they are not disturbed . Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful " . ( Surat al - Ahzab : 59 ) .As the author mentioned in the book crippled Gaul , Veiling But Naked " , the emergence of this slang crippled due to several factors below :First , the rise of television shows or reading too oriented to Western fashion . This factor is the most dominant . Why not, since the proliferation of television viewers with a competition to win the freedom of the press and the opening of the faucet so that the proliferation of tabloid fashion indulgence in Western-style open-aperture led to the emergence of imitation among young Muslims . Further consequence , comes true style veil hanging naked is crippled . This is further reinforced by the proliferation of rental - rental VCD increasingly bring young people into the world of Western fashion .Second , the lack of knowledge of children to Islamic values ​​as a result of reduced hours of religious education in public schools . This factor is a painful reality . How in the Muslim -majority country that Islamic law should be upheld, but in reality it is marginalized . As a result , more and more young Muslims away from Islam and disoriented in determining attitudes , including how to dress . The main objective reduced hours religious instruction so that children master the field of science and technology over to catch up with the Western world . But in reality it is more devastated by mental blank protege of religious values ​​. On the other hand , religious education in madrassas formal after school today are not effective because the child's attention is more focused on television .Third , the failure of family functions . The emergence of this phenomenon slang crippled indirectly reflects the failure of the family as a function of the motion control step young children . The parent has failed to provide proper religious education . Worse , the parents themselves tend to drift modern , proven maimed This slang has now penetrated the parents with the same excuse with teenagers : join mode !Currently , the Muslims have shifted function of informal education institutions , where educating their child become pious child , a cinema , restaurant or hotel . The house is like a movie , just a place to watch , parents and children alike avid television broadcast . The house also is like a hotel , just a place to sleep and eat ubanya not just a place to eat . While the spirit of the house itself is the moral and doctrinal education is very rarely granted at home . As a result , when the child out of the house , not unlike the figure of a horse that lost control .Fourth , the role of the designer who does not understand the true principles of Islamic clothing . As we understand , the passion to his young Muslims in Islam after the fall of the new order is significant . To respond to this trend , many designers who actually do not understand the rules of Islamic clothing , Islamic clothing to try to design a more polished fashion trend . Then there was a fashion show , aired on television and published in the tabloids and newspapers .Worse , it was much the fashion derailment Islam . While Muslim youth who lack knowledge of Islamic clothing , assume that the hijab styles from designers is absolutely true . As a result, the veil is distorted and out of line with the trend already crippled slang .Fifth , the emergence of the mu'allaf among new artists or artists who wear the veil . Artist in the modern era is like a prophet whose every whim and his words became " exemplary " for his fans . When the artist was converted to Islam ( mu'allaf ) to wear a veil for what it is , a lot of fans or bandwagon fans who imitate the style of the artist. Or in the reform era , many famous artist who wears a headscarf , but remain tight dress . Many fans who imitate the style bandwagon berjilbabnya . They are dressed in the style of the artist deems teenage slang . The term " crippled slang " eventually became a trend .























Tidak ada komentar:

Sumber: http://mahameruparabola.blogspot.com