7 November 2013
Makam Arafat dibongkar November 2012 untuk meneliti penyebab kematiannya.
Mendiang pemimpin Palestina
Yasser Arafat mungkin telah diracun dengan radioaktif polonium, kata
laporan forensik Swiss yang diperoleh oleh al-Jazeera.
Catatan medis Araffat menunjukan bahwa dia meninggal pada 2004 karena serangan stroke yang disebabkan karena gangguan darah.Laporan forensik Swiss ini mengatakan tes yang dilakukan pada jenazah menunjukan "kandungan polonium-210 yang cukup tinggi", yang "cukup" untuk mendukung dugaan itu.
Para ilmuwan dari Vaudois University Hospital Centre (CHUV) mempelajari catatan medis Arafat dan meneliti sisa-sisa jenazah, termasuk tulang belulang dan contoh tanah di makamnya.
Mereka menegaskan bahwa mereka tidak bisa mencapai kesimpulan yang lebih pasti karena jangka waktu kematian yang cukup lama. Sampel yang terbatas juga menjadi penghambat.
Polonium-210 adalah zat radioaktif yang secara alami diperoleh makanan dan tubuh dengan dosis rendah, namun senyawa ini bisa mematikan jika jika tertelan dalam dosis tinggi.
Menurut Prof Paddy Regan, seorang pakar deteksi dan pengukuran radiasi di University of Surrey, Inggris, mengatakan temuan merupakan "pernyataan yang sangat kuat".
"Mereka mengatakan hipotesis yang mengatakan bahwa Arafat diracun dengan polonium-210 adalah valid dan teori ini belum bisa dipatahkan oleh data. Namun, mereka tidak mengatakan secara pasti jika dia dibunuh."
Banyak warga Palestina dan lainnya percaya bahwa Israel menaracuni Arafat. Sementara yang lain menduga bahwa kemaitan Arafat disebabkan oleh penyakit AIDS atau kanker.
Israel sejauh ini konsisten membantah keterlibatannya.
Juru bicara kementerian luar negeri Israel mengatakan penyelidikan yang dilakukan oleh Swiss ini tak ubahnya seperti "sinetron, daripada pembuktian ilmu pengetahuan".
Sementara itu, berbicara di Paris, janda Arafat, Suha, mengatakan temuan ini mengungkap "tindak kriminalitas, pembunuhan politis."
"Ini telah mengkonfirmasi keraguan kita. Telah dibuktikan oleh ilmu pengetahuan bahwa dia tidak meninggal secara alami dan kami memiliki bukti bahwa pria ini dibunuh."
Reuters mengatakan Suha tidak menyebut siapa yang mungkin membunuhnya tetapi menyadari bahwa suaminya memiliki banyak musuh.
ENGLISH
Arafat mausoleum was dismantled November 2012 to investigate the cause of death .The late Palestinian leader Yasser Arafat may have been poisoned with radioactive polonium , Swiss forensic report obtained by al - Jazeera .Araffat medical records show that he died in 2004 due to a stroke caused by a blood disorder .However , his body was removed last year because of allegations that he was murdered .The Swiss forensic report said tests conducted on the body showed " the content of polonium - 210 is high enough " , which is " sufficient " to support the allegations .The scientists of the Vaudois University Hospital Center ( CHUV ) studied the medical records of Arafat and examined the remains , including bones and soil samples in his grave .They insisted that they could not reach a more definite conclusion because of the length of time of death long enough . Limited sample also become an obstacle .Polonium - 210 is a radioactive substance that is naturally derived food and body with a low dose , but these compounds can be deadly if if ingested in high doses .According to Prof. Paddy Regan , an expert on radiation detection and measurement at the University of Surrey , UK , said the findings are " very strong statement " ." They say the hypothesis that Arafat was poisoned with polonium - 210 is valid and this theory can not be broken by the data . However , they do not say for certain if he was murdered . "Many Palestinians believe that Israel and other menaracuni Arafat . Others suspect that Arafat kemaitan caused by AIDS or cancer .Israel has so far consistently denied any involvement .Spokesman for the Israeli foreign ministry said the investigation conducted by the Swiss is like a " soap opera , rather than scientific evidence " .Meanwhile , speaking in Paris , Arafat's widow , Suha , said the findings reveal " of crime , political assassination . "" This has confirmed our doubts . Has been proven by science that he did not die a natural death and we have evidence that this man was murdered . "Reuters said Suha does not say who that might kill him but realizes that her husband has a lot of enemies .
sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar